Kenyataan yang sama sekali tak pernah terbayangkan oleh kami sebelumnya bahwa ternyata anak kami mengidap Hipospadia. Hal itu diketahui justru pada saat kami akan mengkhitankan anak tepatnya pada tanggal 2 Juli 2009. Pada saat dokter khitan melakukan pembukaan Preputium (Kulit penutup Penis) dan pembersihan Smegma (kotoran di dalam penis). Beberapa saat setelah terlihat Gland Penis (kepala penis) seluruhnya, pada saat itulah ditemukan adanya lubang lain yang letaknya tak jauh dari Orificium Urethrae Externa (lubang kencing) anak kami. Lubang kecil itu berada di sekitar preputium.
Dokter khitan pun tak berani mengambil tindakan lebih lanjut padahal sebelumnya telah dilakukan desinfeksi dan anestesi. Dokter hanya menyarankan agar dibawa ke dokter spesialis. Maka, saat itu juga kami membawanya ke rumah sakit besar di daerah Jakarta Timur.
Dokter spesialis (Urologi) yang menanganinya menyatakan agar dilakukan operasi hipospadia.
Namun sebelum dilakukan operasi anak kami terlebih dahulu harus menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan Praoperasi diantaranya cek darah, ronten serta paru-paru. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi anak. Untunglah keadaan umum anak kami dalam kondisi yang baik dan sehat.
Tanggal 27 Juli 2009 rawat inap dan menjalani operasi Hipospadia.
Berhubung akan dilaksanakan operasi, suster yang merawat anak kami menginformasikan agar berpuasa mulai pukul 22.00 WIB. Esok paginya tepat jam 7, suster lalu menginfus anak kami. Sejam kemudian barulah anak kami dibawa ke bagian operasi/bedah.
Di ruang operasi / bedah ternyata banyak pula pasien lain yang akan menjalani operasi dengan latar belakang penyakit yang berbeda. Saat itu ada sekitar 12 pasien yang menunggu untuk dioperasi. Anak kami berada di urutan nomor 2.
Sebagai orang tua tentu saja kami tak kuasa menahan pilu ketika anak kami beserta pasien lainnya diboyong ke dalam ruangan khusus oleh suster. Kami hanya bisa menunggu dan berdoa.
Menunggu memang pekerjaan yang membosankan, tetapi menunggu anak yang tengah menjalani operasi Hipospadia menjadi sesuatu yang sangat menegangkan. Lebih tiga jam kami harap-harap cemas. Mata kami pun tak pernah lepas menatap lorong kamar bedah. Penantian kami nyaris menjadi kalut ketika satu persatu mulai terlihat beberap pasien keluar dari kamar bedah. Namun anak kami belum juga muncul. Ketegangan terus menjalari isi kepala saat muncul suster mendampingi pasien dari arah kamar bedah. Lagi-lagi itu bukan anak kami. Ya, Tuhan….air mata inipun perlahan merembes di pelupuk mata ditengah gencarnya doa yang terus menggema di lubuk hati. Ada apa gerangan sehingga anak kami belum juga muncul dari kamar bedah? Adakah sesuatu terjadi disana?
Memasuki jam 10 pagi, tiba-tiba terdengar nama anak kami dipanggil. Sontak kami memasuki lorong menuju ruang bedah. Sebuah pemandangan yang memilukan segera menyapa penglihatan kami ketika melihat bocah laki-laki berbaring tak berdaya di atas ranjang. Tubuhnya hanya diselimuti sehelai pakaian warna hijau, wajahnya terlihat pucat pasi, sementara di kepala penis anak kami telah tertancap kateter. Kami sempat pula melihat bercak darah menempel di selengkangan. Di ruang itu cukup lama kami menanti kedatangan suster yang akan membawa anak kami ke kamar inap.
Dalam keadaan setengah sadar, terdengar anak kami merintih ingin buang air kecil. Sesekali anak kami juga mengucapkan sepatah kata :
“Mama, Yota udah disunat belum?”
“Yota udah disunat ama dokter”.
Tanggal 28 Juli 2009 Pasca Operasi Hipospadia
Setelah menjalani operasi hipospadia, anak kami belum diperbolehkan makan atau minum selama 2 hari pasca operasi. Obat berupa antibiotic dan lain-lain semuanya melalui selang infus.
Berdasarkan keterangan dokter, bahwa masa pemulihan pasca operasi hipospadia sekurang-kurangnya memakan waktu 10 hari. Selain itu untuk menilai hasil operasi hipospadia yang baik, selain komplikasi fistula uretrokutaneus perlu diteliti kosmetik dan ‘stream’ (pancaran kencing) untuk melihat adanya stenosis, striktur dan divertikel.
Selagi artikel ini ditulis, kami masih menunggu hasil operasi hipospadia dan Jum’at depan (7/9/09) perban serta kateter akan dilepas.
Kami pun hanya bisa berdoa semoga semuanya berjalan dengan baik.
“Yota,…tabahkan dan kuatkan hatimu, Nak…”
Popularity: 41% [?]

























































biar sabar ya sob,,, semua itu memang sudah ada jalannya masing-masing.. dan kita sebagai hambanya hanya bisa pasrah, sabar dan ikhlas.. walaupun berat banget ngelakuin itu.. tetap semangat..
ya Allah..
sabar ya Pak, yang tabah..
berpikir positif aja, semua kejadian pasti ada manfaatnya, ada jalan keluarnya.
Salam buat Yota, ane dukung perjuangannya, jangan ilang semangat..
Yota, semangat!!! q^o^p
Saya dibalik apa yang terjadi pada Yota, ada rencana Tuhan yang belum kita ketahui, ada pelajaran yang Tuhan ingin kita fahami. Kita hanya bisa berikhtiar semaksimal mungkin dengan segala daya dan kekuatan yang kita miliki. Iringi setiap usaha dengan do’a, lalu serahkan semuanya kepada-Nya, bertawakalah. yang terpentng yakinlah Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita, karena Tuhan menyayangi kita.
Maaf Mas Karyo /viruscinta saya tak bermaksud menasihati, ini hanya sekedar ungkapan untuk seorang sahabat.
Yota, apa yang menimpa Yota, akan menjadi pelajaran berharga untuk kamu. Jika kamu bisa melewati semua ini, saya yakin kamu akan menjadi anak yang tangguh secara psikis. Selamat berjuang Yota, Jangan Menyerah sahabat kecil!
Do’a kami mengiringi kamu.
turut berduka pa utk musibah anak bapak..semoga ada hikmah dibalik musibah ini ya…walau kadang kita sebagai manusia belum mengerti rencanaNya..
@Tuk Semua sahabat :
Terima kasih atas perhatian dan doanya. Kami percaya, doa kalianlah yang membuat kami tetap kuat dalam menghadapi musibah ini. Doa kalian juga yg pada akhirnya anak kami dapat ceria kembali. Kami hanya bisa berdoa semoga kebaikan sahabat mendapat ganjaran pahala. Amin….sekali lagi kami ucapkan terimakasih….terimakasih..
sabar ya broo
hufh..sabar ya pak…semoga di beri jalan yang lebih baik n kesembuhan untuk anak bapak..amiin…^^
makasih yakob atas atensinya…alhamdulillah sekarang anak kami dah sehat
Pak,
Gimana anak-nya apa sudah sehat….apakah bisa minta email pribadi bapak…karena ada yang ingin saya tanyakan juga mengenai hal ini. Anak saya juga ada kelainan Hipospadia. Jadi ingin tahu tentang proses operasinya
Salam
isme…@gmail.com
bro.. sorry yah, gw kaga bisa dateng ke acara syukuran sunatan c YOTA, karena ada halangan yang GA bisa di tinggalin..
==
Dan untuk YOTA, Oom achot cuma bisa kirimin doa aja, semoga setelah di sunnat, YOTA makin rajin Ibadahnya dan Patuh ma kedua orang tua…
==
Oke.. salam sukses untuk mu sob.. gud lak..
Not sure that this is true:), but thanks for a post.
Thank you
Bodyc
Not sure that this is true:), but thanks for a post.
@ Ismedhry:
Ini alamat email saya : viru…@gmail.com atau ke mask…@gmail.com
saya mau menanyakan tentang biaya operasi hipospadia berapa y? paling murah di RS mana? tolong secepatnya kirim k email saya.. atas bantuan saya ucapkan banyak terima kasih.
tabah ya bo dan yoda. nasib anakku juga sama seperti yoda. bu maaf boleh ga aku minta tlp ibu. untuk minta saran buat anakku.makasih